LAMPUNG SELATAN || trusted-news.id – Pemerintah Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Aula Balai Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Kamis (12/2/2026).
Dimana Musrenbang tingkat kecamatan Rajabasa mengusung tema “Percepatan Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Potensi Desa untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat.”
Forum ini menjadi ruang strategis dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan tahun 2027, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat dari tingkat desa dan kelurahan agar selaras dengan prioritas pembangunan daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekertaris Daerah, Staf Ahli Bupati Bidang Keuangan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), perwakilan Sekretariat DPRD, Inspektorat, para Sekretaris Dinas dan Badan, para Kepala Bagian, serta kepala desa se-kecamatan Rajabasa dan sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Camat Rajabasa Firdaus menyampaikan bahwa Musrenbang merupakan momentum penting untuk menyatukan visi pembangunan antara pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten.
Ia menegaskan bahwa Kecamatan Rajabasa memiliki potensi besar, khususnya di sektor pariwisata, yang perlu didorong melalui perencanaan yang terarah dan berkelanjutan.
Beberapa potensi unggulan yang kini mulai berkembang antara lain teropong pemantauan Anak Gunung Krakatau yang telah dibuka untuk umum serta fasilitas kolam renang yang menjadi daya tarik masyarakat dan wisatawan.
“Kami berharap melalui Musrenbang ini dapat dirumuskan program prioritas yang benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat serta mampu mengoptimalkan potensi unggulan yang ada di Kecamatan Rajabasa,” ujar Firdaus.
Sementara itu, Sekda Supriyanto dalam arahannya menekankan bahwa proses perencanaan pembangunan harus dilakukan secara partisipatif, transparan, dan berbasis data. Ia mengingatkan agar setiap usulan yang disampaikan benar-benar menjadi kebutuhan prioritas yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis potensi desa harus didukung dengan infrastruktur yang memadai, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta sinergi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Musrenbang ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bagian penting dari proses pembangunan daerah. Sinergi dan komitmen bersama sangat dibutuhkan agar setiap program yang direncanakan dapat direalisasikan secara optimal dan tepat sasaran,” tegas Supriyanto.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat menyamakan persepsi serta memperkuat komitmen dalam mendukung visi dan misi Kabupaten Lampung Selatan, sehingga terwujud pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak kepada masyarakat. (Red)
