Karawang – Potret kemiskinan masih menjadi kenyataan di Kabupaten Karawang. Seorang janda lansia bernama Ayis (64) yang mengasuh dua anak yatim dan satu anak penyandang disabilitas hingga kini masih bertahan hidup di rumah yang kondisinya memprihatinkan di RT 008/RW 002, Dusun Krajan, Desa Krajan, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang.
Rumah yang ditempati Ayis mengalami kerusakan cukup parah. Berdasarkan pantauan tim IWO INDONESIA di lokasi, plafon dan atap rumah berlubang sehingga cahaya matahari masuk langsung ke dalam ruangan. Dinding rumah tampak retak, cat mengelupas, serta beberapa bagian bangunan terlihat rapuh. Kondisi tersebut dikhawatirkan membahayakan keselamatan penghuni, terutama saat hujan dan angin kencang.
Di usianya yang telah menginjak 64 tahun, Ayis masih berjuang menghidupi sekaligus merawat dua anak yatim dan satu anak penyandang disabilitas. Keterbatasan ekonomi membuat keluarga tersebut belum mampu memperbaiki rumah yang telah lama mengalami kerusakan.
Menurut informasi yang diperoleh, keluarga Ayis tercatat dalam aplikasi Cek Bansos pada kategori Desil 6–10. Warga berharap data tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah untuk melakukan verifikasi dan asesmen lebih lanjut terhadap kondisi sosial ekonomi keluarga, serta menentukan kelayakan mereka menerima program bantuan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sejumlah warga sekitar mengaku prihatin melihat kondisi keluarga tersebut. Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Karawang melalui dinas terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan penanganan, termasuk mempertimbangkan bantuan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bantuan sosial, maupun program perlindungan sosial lainnya apabila memenuhi persyaratan.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah. Kondisi rumahnya sangat memprihatinkan, apalagi Ibu Ayis harus mengurus dua anak yatim dan satu anak disabilitas,” ujar salah seorang warga. Minggu (05/07/2026)
Selain perhatian pemerintah, masyarakat juga mengajak para dermawan, organisasi sosial, dan dunia usaha untuk ikut bergotong royong membantu meringankan beban keluarga tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Karawang maupun instansi terkait mengenai status bantuan yang telah diterima atau rencana penanganan terhadap keluarga Ayis. Redaksi membuka ruang hak jawab dan akan memuat klarifikasi dari pihak terkait sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang. (TIM)
