KALIANDA — Mewakili Bupati Lampung Selatan H. Radityo Egi Pratama, S.T., MBA, Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Selatan Supriyanto, S.Sos., M.M., menyampaikan pentingnya penguatan literasi keuangan, akses pembiayaan yang aman dan produktif, serta sinergi kemitraan bagi petani dan pelaku usaha.
Pesan tersebut disampaikan Supriyanto saat menghadiri sekaligus menyampaikan sambutan Bupati Lampung Selatan dalam acara Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) OJK bersama BSI Area Bandar Lampung, yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Pembiayaan Usaha Kelapa dan Sinergi Kemitraan Off-Taker Tahun 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Negeri Baru Resort, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, Rabu (16/9/2026).
Dalam sambutannya, Supriyanto menyampaikan bahwa terdapat tiga hal penting yang perlu diperkuat melalui kegiatan GENCARKAN.
Pertama, membuka akses pembiayaan yang aman, resmi, dan produktif.
Ia mengajak para petani dan pelaku usaha memanfaatkan layanan lembaga keuangan yang terpercaya, termasuk fasilitas pembiayaan dari Bank Syariah Indonesia (BSI).
Menurutnya, akses pembiayaan yang tepat dapat menjadi salah satu instrumen untuk mendukung pengembangan usaha, meningkatkan produksi, sekaligus mendorong kesejahteraan keluarga.
Kedua, memperkuat kemitraan antara petani, lembaga pembiayaan, dan dunia usaha.
Supriyanto mengatakan, sinergi antarpihak diperlukan agar rantai usaha dapat berjalan lebih kuat. Dengan kemitraan yang baik, hasil produksi diharapkan memiliki kepastian pasar sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani dan pelaku usaha.
“Dengan adanya sinergi yang baik, kita berharap tercipta rantai usaha yang lebih kuat, hasil produksi memiliki kepastian pasar, dan para pelaku usaha mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih besar,” ujarnya.
Ketiga, meningkatkan literasi dan perlindungan keuangan di era digital.
Supriyanto mengingatkan masyarakat agar semakin cerdas dan berhati-hati dalam memilih layanan keuangan. Masyarakat diminta tidak mudah tergiur dengan berbagai tawaran keuangan yang tidak jelas.
Ia juga mengajak masyarakat bersama-sama menghindari praktik keuangan ilegal, termasuk pinjaman online ilegal maupun investasi yang berpotensi merugikan.
“Jangan mudah tergiur dengan tawaran yang tidak jelas, serta mari kita bersama-sama menghindari praktik keuangan ilegal seperti pinjaman online ilegal maupun investasi yang merugikan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, kata Supriyanto, berkomitmen untuk terus membangun kolaborasi dengan seluruh pihak dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah daerah ingin sektor pertanian, perkebunan, serta usaha masyarakat terus berkembang, memiliki nilai tambah, dan mampu membuka peluang ekonomi yang lebih luas.
Karena itu, ia berharap kegiatan GENCARKAN tidak berhenti sebatas sosialisasi, tetapi dapat menghasilkan pemahaman, membuka akses pembiayaan, serta melahirkan tindak lanjut nyata yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
“Saya berharap kegiatan GENCARKAN ini tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi saja, tetapi dapat menghasilkan pemahaman, akses, dan tindak lanjut nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Supriyanto.
Ia juga berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, OJK, BSI, para petani, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong terwujudnya Lampung Selatan yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera.
Dalam kesempatan tersebut, Supriyanto juga memberikan perhatian khusus kepada para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Ia berharap PPL tidak hanya mendampingi petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga turut memberikan pemahaman mengenai pengelolaan usaha serta akses pembiayaan yang sehat dan bertanggung jawab.
“Kepada para Penyuluh Pertanian Lapangan, saya berharap agar terus mendampingi para petani, tidak hanya dalam peningkatan produktivitas pertanian, tetapi juga dalam memberikan pemahaman mengenai pengelolaan usaha dan akses pembiayaan yang sehat,” pesannya.
Kegiatan GENCARKAN yang dirangkaikan dengan sosialisasi pembiayaan usaha kelapa dan sinergi kemitraan off-taker ini diharapkan dapat menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan petani dengan dukungan pembiayaan dan akses pasar.
Dengan demikian, pembiayaan tidak hanya menjadi sumber modal, tetapi dapat diarahkan untuk mendukung pengembangan usaha yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat Lampung Selatan. (Susimah)
